Tentang Kami

Perancang Busana di Indonesia, Fashion telah menjadi salah satu industri utama Indonesia, dan negara ini berhutang banyak kepada para desainer berbakat yang bekerja keras dalam menciptakan karya mereka yang luar biasa. Dari yang terinspirasi etnis hingga desainer internasional lainnya, temukan perancang busana Indonesia terbaik yang harus Anda ketahui.

Ada alasan mengapa New York, London, Milan, dan Paris disebut sebagai Empat Besar dalam hal pekan mode dua tahunan; beberapa merek fashion tinggi terbesar telah mendirikan akar dan basis mereka di sana.

Sementara Big Four memiliki nama besar seperti Louis Vuitton, Dior, Vera Wang, Oscar de la Renta, Alexander McQueen dan Burberry untuk beberapa nama, Indonesia adalah rumah bagi banyak perancang busana terkenal dunia, semuanya unik dalam karakteristik desain dan estetika. Kreasi desainer yang produktif ini telah dipakai oleh banyak selebriti internasional dan tokoh masyarakat dan itu adalah kecerobohan untuk tidak mengetahui nama-nama ini.

Perancang Busana di Indonesia

Didit Hediprasetyo

Perancang busana kelahiran Jakarta ini mendapatkan pengakuan internasional setelah tampil di Paris Couture Fashion Week 2010. Labelnya, Didit Hediprasetyo, berkantor pusat di Paris, namun ia masih sering memasukkan unsur fesyen tradisional Indonesia ke dalam desain adibusananya yang glamor. Perancang juga memperluas gaya mewahnya yang berselera tinggi ke kolaborasinya dengan BMW sebagai perancang kedua setelah Karl Lagerfeld untuk merancang interior dan eksterior dari seri BMW terbatas.

Anniesa Hasibuan

Sejak debut di London pada 2015, Anniesa Hasibuan dengan bangga memamerkan karya ikoniknya ke seluruh dunia. Dia memiliki gaya desain khas yang merangkul prinsip-prinsip pakaian Muslim sederhana yang diilhami dengan peningkatan glamor yang anggun, membuat karyanya sangat dihargai dan dikritik di lanskap mode. Dia adalah orang pertama yang menampilkan jilbab di setiap tampilan di New York Fashion Week, yang membuka jalannya sebagai perancang busana yang diakui secara internasional. Dan Dia membuka butik pertamanya di daerah kelas atas Kemang di Jakarta, Indonesia, dan sejak itu membuka lebih banyak toko di New York, Istanbul, dan Malaysia.

Auguste Soesastro

Arsitek dan perancang busana lulusan arsitektur dan film ini pertama kali meluncurkan merek couture-nya di New York, bernama Kraton yang berarti ‘istana’ dalam bahasa Indonesia. Selain itu, ia juga memulai lini busana ready-to-wear di Jakarta pada tahun 2012. Sebagai perancang busana wanita, Auguste Soesastro memiliki filosofi kuat yang menempatkan mereknya terhadap objektifikasi wanita. Pandangan itu terlihat dalam desainnya yang elegan dan ramping, memungkinkan wanita untuk bergerak dengan nyaman dan menonjolkan intelektualitasnya. Dia terus-menerus menampilkan elemen dan bahan desain Indonesia yang dia dapatkan secara lokal. Memberikan desainnya nuansa tradisional yang otentik hingga potongan modern.

Oscar Lawalata

Meski harus berhenti sekolah mode di tengah jalan karena krisis moneter Indonesia pada tahun 1998, ketekunan, kerja keras, dan bakat Oscar Lawalata telah memungkinkannya untuk membuka butik pertamanya di Jakarta. Karya-karyanya telah ditampilkan secara internasional, termasuk koleksi batik modern yang mengesankan yang dia tunjukkan di Los Angeles pada tahun 2016. Meskipun dia suka memasukkan unsur-unsur tradisional ke mode. Oscar Lawalata berjanji untuk membuatnya tetap modern dan elegan. Dan untuk menciptakan sesuatu yang bisa dipakai orang dengan bangga. saat masih berbudaya.

Sebastian Gunawan

Sebastian Gunawan telah melakukan perjalanan ke seluruh dunia untuk belajar mode tetapi kembali ke Indonesia untuk mendirikan rumah modenya pada tahun 1993. Sejak saat itu, ia telah dianugerahi penghargaan baik secara nasional maupun internasional, dikenal karena gaun malamnya yang gemerlap dan elegan dengan kristal, manik-manik, dan batu yang luar biasa . Perancang hauté couture ini juga sukses meluncurkan koleksi gaun pengantin dan pakaian anak-anak, juga berkilauan dengan sulaman yang berkilau.

Tex Saverio

Kecintaan Tex terhadap fashion sudah terlihat sejak usia dini. Bahkan, ia meninggalkan sekolah menengah untuk belajar mode di Jakarta. Ketika ia pertama kali memulai debutnya di Jakarta Fashion Week pada 2012, koleksi avant-gardenya yang halus mencuri hati banyak orang. Keahliannya dengan detail yang rumit telah membawa karyanya ke dunia hiburan global. Salah satu karyanya yang paling terkenal adalah gaun pengantin putih ikonik yang terlihat di The Hunger Games: Catching Fire.

Didiet Maulana

Arsitek yang beralih menjadi desainer ini mendirikan Ikat Indonesia, sebuah merek yang membawa kain ikat tradisional Indonesia ke landasan pacu bergengsi. Pakar dalam membuat yang terbaik dari pola dan struktur geometris. Didiet mampu menciptakan karya fashion unik yang membuatnya dikenal oleh para fashionista dan selebriti. Desainnya bahkan pernah dipakai di salah satu goody bag Grammy Awards 2016.

Biyan Wanaatmadja

Dianggap sebagai perancang busana senior di Indonesia, Biyan telah memenuhi kebutuhan fashion tinggi dari banyak generasi. Dikenal dengan koleksinya yang romantis namun modern. Lini fesyen pertamanya BIYAN masih menjadi salah satu merek fesyen yang paling dicari sejak diluncurkan pada tahun 1984. Ketika ia pertama kali kembali ke Indonesia setelah belajar fesyen dan bekerja di Eropa selama 15 tahun. Selama bertahun-tahun, perancang busana kelahiran Surabaya ini terus menambahkan karya yang lebih mengesankan termasuk lini streetwear urban dan koleksi gaun pengantin.

Peggy Hartanto

Karya-karya Peggy Hartanto telah dikenakan oleh selebriti internasional seperti Gigi Hadid, Kelly Cuoco, dan Chloe Bridges. Label eponimnya telah sangat sukses dan berpengaruh, dan telah membantunya masuk ke daftar Forbes 30 Under 30 Asia. Dikenal dengan mereknya yang mewah namun siap pakai, karya-karya Peggy sering kali menampilkan garis dan struktur yang bersih dan elegan. Ia juga percaya bahwa koleksi busana harus memiliki cerita dan filosofi yang membuatnya istimewa—sesuatu yang ia praktikkan setiap saat.

Windri Widiesta Dhari

Label Windri, NurZahra, memiliki koleksi busana kasual bernuansa Muslim yang memikat para fashionista, Muslim atau bukan. Setelah meninggalkan posisinya sebagai General Manager di sebuah institusi yang dikelola pemerintah untuk bekerja di bidang fashion. Windri telah mengumpulkan inspirasi desain dari seluruh dunia. Ia kerap mengawinkan elemen desain tradisional Indonesia dengan teknik asing, sehingga tercipta desain khas dengan ciri khas yang kuat.